Isi

Aku tidak ingat kapan tepatnya aku mulai takut diam.

Mungkin sejak smartphone menjadi perpanjangan tangan. Mungkin sejak notifikasi email kantor menyusup ke meja makan. Atau mungkin sejak aku menyadari bahwa refleks pertamaku setiap pagi—bahkan sebelum kakiku menyentuh lantai—adalah meraih layar kecil yang menyala itu. Membuka mata, membuka Instagram. Menyikat gigi, scrolling Twitter. Minum kopi, membalas WhatsApp.
Read more
Title
Isi

🏮Bahasa kita tidaklah selalu sama, 
tapi seringkali dalam satu nada,
hingga membuka tabir dunia 
dan menjadi saling berdekatan

🎵Nada-nada yang terkirim ini,
menyentuh ke dalam jiwa
Jiwa yang saling bersahabat
Read more
Subscribe to